top of page
Search
  • Fathurrozak

Pertemuan Seniman dan Kolektor Muda di Artsphere Jakarta


Galeri seni Artsphere telah beroperasi sejak medio 2006. Diinisiasi oleh Maya Sujatmiko, akademisi yang juga seorang profesional di bidang seni. Semula Artsphere dioperasikan di kawasan Dharmawangsa Square. Sempat tutup karena Maya harus melahirkan dan mengurus tugas domestik, Artsphere kembali membuka ruang pameran sejak 2020 di lantai dua Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan.


Sejak kembali membuka galerinya, Maya mengungkapkan Artsphere berkomitmen untuk memberikan ruang pameran bagi para seniman muda generasi baru. Hal itu juga tercermin dari pameran terbaru bertajuk Paper Work 1: Universality yang berlangsung 10 Desember 2022 hingga 25 Januari 2023. pameran tersebut dikuratori Zarani Risjad.


Di pameran tersebut, nama-nama seperti seniman Muklay, Stereoflow, dan Ruth Marbun turut memamerkan karya mereka. “Kesadaran tentang pasar seni di Indonesia terus terang menurut saya tidak sebesar dan sefamiliar seperti di luar negeri. Terutama kalau bicara soal pasarnya. Saya dan Artsphere diuntungkan karena kami memamerkan karya-karya dari seniman muda, sehingga saya juga berkenalan dengan para kolektor seni dari kategori usia yang juga tergolong muda (usia di bawah 40 tahun), kata Maya kepada Media Indonesia di galeri Artsphere, Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan, Jumat, (23/12).


Menurut Maya, kemunculan kolektor muda ini penting dalam mendorong terciptanya pasar baru di seni rupa. Baginya, pasar seni di Indonesia masih relatif kecil bila dibandingkan dengan populasi penduduk Indonesia. “Ini bisa dilihat sebagai tantangan sekaligus peluang. Jadi galeri juga harus terus berkembang dalam berkegiatan dalam kondisi apa pun. Kita enggak pernah tahu pasarnya itu ada. Ini juga tidak mudah. Jadi tentu harus terus aktif dan melihat beberapa peluang baru. Kemunculan kolektor muda, menurut Maya, karena para seniman generasi baru juga aktif memublikasikan karya-karya mereka di platform digital seperti media sosial. Ini juga turut mendorong gairah dalam pengoleksian karya seni. Bedanya dengan kolektor lama, tentu kolektor lama lebih berhati-hati dan banyak pertimbangan dalam mengoleksi karya. Tapi kolektor baru dan muda ini punya antusiasme untuk belajar tentang seni rupa itu besar sekali. Tentunya media sosial mendorong informasi tersebut.” “Mereka senang dengan tema-tema yang punya kelekatan dengan hal-hal kekinian dan berhubungan dengan generasi mereka,” sambung Maya.


Pada 2023, Artsphere juga sudah menyiapkan kalender pameran di galeri mereka. Selain itu, mereka juga bakal berpartisipasi di pasar seni seperti Art Jakarta Garden pada Februari 2023, pasar seni dengan skala terbatas sekitar 20 galeri dan pasar seni dengan skala lebih besar pada Agustus 2023.



2 views0 comments

Comments


bottom of page