top of page

Figur-figur kartun, emoticon, dan bunga muncul dalam satu kesatuan dalam setiap lukisan Petek Sutrisno di pameran tunggalnya yang berjudul “Still Life”. Petek menyusun, menata dan mengkolase berbagai macam bentuk visual sehingga menghadirkan sebuah komposisi yang harmonis, lucu, dan semarak. Upaya agar karya-karyanya bisa dinikmati oleh semua kalangan bukan berarti Petek menyederhanakan karya-karyanya. Karya petek menandai zaman dimana manusia telah sampai pada penggunaan teknologi internet yang membuat mereka dapat terhubung dengan mudah, murah, dan cepat. Kecepatan dan kemudahan ini pun membuat manusia menciptakan bahasa yang tidak dibatasi oleh keterbatasan pengetahuan bahasa konvensional. Salah satu bentuk respon dari fenomena zaman ini adalah munculnya emoticon sebagai bagian dari teks yang mampu mengungkapkan ekspresi si pengirim pesan dan dapat dipahami oleh siapa pun tanpa dibatasi oleh bahasa yang mereka pahami sekalipun.Atas dasar penafsiran karya Petek  Still Life sebagai tema pameran mungkin didasari dari upaya untuk mentransformasi objek-objek yang ia lukiskan layaknya sebuah benda-benda yang menyimpan ingatan kolektif dan memiliki sifat dasar kebendaan.


Pada pameran tunggal ini, Petek menawarkan sebuah karya seni yang bisa diapresiasi oleh siapa saja. Karya-karyanya bisa dinilai dalam wilayah konsep dan gagasan, bisa menilainya dari sudut pandang wacana dan fenomena seni rupa kekinian, atau menikmatinya sebagai pertunjukan visual yang indah dan menyenangkan.

Still Life

Ags 23 2022 - Sept 23 2022 

Petek Sutrisno

bottom of page